NUTRIENT CONCENTRATION AND STOCKS OF VARIOUS SUCCESSIONAL SECONDARY VEGETATION IN ANDOOLO DISTRICT, SOUTH KONAWE
Abstract
Penentuan konsentrasi dan jumlah hara pada tumbuhan vegetasi sekunder umur 2-, 3-, 4-, 6-, 8- dan 10 tahun lahan ditinggalkan di Kecamatan Andoolo telah dilakukan, sejak Juni sampai Desember 2006, dengan tujuan untuk menganalisa dan menghitung jumlah konsentrasi hara pada beberapa tumbuhan vegetasi sekunder yang sedang mengalami perkembangan dan mengetahui jumlah hara pada beberapa jenis tumbuhan yang diseleksi, serta merumuskan alternatif yang sesuai pada pemanfaatan sumberdaya daya vegetasi sekunder pada peningkatan produksi pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya konsentrasi hara pada daun tumbuhan vegetasi sekunder lebih tinggi dibanding bagian batang (kayu), namun diperoleh bahwa konsentrasi hara memperlihatkan variasi yang tidak signifikan dengan bertambahnya masa bera. Jumlah hara meningkat dengan bertambahnya masa bera. Jumlah unsur hara pada beberapa umur masa bera bervariasi, yakni pada daun: N (18.7 – 22.3 mg g-1), P (1.1 – 1.6 mg g-1), K (12.0 – 17.3 mg g-1), Ca (11.0 – 15.9 mg g-1) dan Mg (3.1 – 4.4 mg g-1); sedang bagian batang (kayu): N (3.5 – 4.4 mg g-1), P (0.4 – 0.7 mg g-1), K (5.6 – 8.1 mg g-1), Ca (3.5 – 5.7 mg g-1) dan Mg (1.0 – 1.3 mg g-1). Total stok hara pada berbagai masa bera vegetasi sekunder: N 123–1180 kg ha-1, P 9 – 110 kg ha-1, K 113 - 1610 kg ha-1, Ca 75 - 1315 kg ha-1, dan untuk Mg 28-270 kg ha-1. Diperoleh hasil bahwa masa bera 4-5 tahun telah cukup menyuplai hara yang dibutuhkan tanaman budidaya melalui sistem pertanian tebas mulsa, Dengan demikian konsep pertanian berkelanjutan dengan mengoptimalkan penggunaan biomassa vegetasi tumbuhan dari jenis tumbuhan yang mampu mengakumulasi hara tinggi sangat diperlukan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, dengan menerapkan pertanian tebas-mulsa.