PEMANTAUAN KEANEKARAGAMAN ZINGIBERACEAE DI DAS JENGOK, BANJARAN, KRANJI, DAN PELUS WILAYAH PURWOKERTO
Abstract
ABSTRACT
An investigation on diversity monitoring of ginger family (Zingiberaceae) was carried out on Jengok, Banjaran, Kranji, and Pelus riverbanks in Purwokerto. This study required conventional surveys and repeated measurements to identify and to evaluate changes. Twelve permanent plots were established in 1990 covering the north, central, and south parts of the rivers. The ginger vegetation in 2005 was compared with data taken in 1990, 1997, and 2003. The result of this study showed that the number of spesies in most of the bank reached the peak in 2003 then decreased again in 2005.
ABSTRAK
Pemantauan keanekaragaman tumbuh-tumbuhan Zingiberaceae di Daerah Aliran Sungai (DAS) sangat penting dilakukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi dari tahun ke tahun. Perubahan yang pasti terjadi ini disebabkan oleh banyaknya konversi lahan di berbagai lokasi baik di perkotaan maupun di pedesaan. Konversi ini merupakan konsekuensi dari pertambahan penduduk yang terus meningkat dengan cepat. Di satu pihak manusia memerlukan tumbuhan untuk hidup, tetapi di lain pihak habitat tumbuhan tersebut selalu diubah dan bahkan dirusak. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Maret sampai Mei 2005 dengan pengambilan contoh pada plot permanen yang telah ditetapkan sejak tahun 1990 di empat sungai, yaitu sungai Jengok, Banjaran, Kranji, dan Pelus. Sedangkan sebagai sub kelompok adalah plot permanen yang terletak di sepanjang sisi sungai antara 100 – 300 m (tergantung lebar daerah aliran sungai). Sampel spesimen Zingiberaceae diambil dan diamati, selanjutnya data dibandingkan dengan data Zingiberaceae pada tahun 1990, 1997, dan 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tiga diantara empat sungai yang diamati, ternyata terjadi kenaikan jumlah spesies mencapai puncaknya pada tahun 2003, selanjutnya menurun pada tahun 2005. Hal ini disebabkan adanya konversi lahan secara besar-besaran. Sungai Jengok merupakan sungai yang memiliki Zingiberaceae dengan indeks diversitas paling tinggi yaitu 3,873 disusul oleh Sungai Kranji (3,630), lalu Sungai Pelus (3,578) dan yang paling miskin adalah Sungai Banjaran dengan indeks diversitas 3,510.
An investigation on diversity monitoring of ginger family (Zingiberaceae) was carried out on Jengok, Banjaran, Kranji, and Pelus riverbanks in Purwokerto. This study required conventional surveys and repeated measurements to identify and to evaluate changes. Twelve permanent plots were established in 1990 covering the north, central, and south parts of the rivers. The ginger vegetation in 2005 was compared with data taken in 1990, 1997, and 2003. The result of this study showed that the number of spesies in most of the bank reached the peak in 2003 then decreased again in 2005.
ABSTRAK
Pemantauan keanekaragaman tumbuh-tumbuhan Zingiberaceae di Daerah Aliran Sungai (DAS) sangat penting dilakukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi dari tahun ke tahun. Perubahan yang pasti terjadi ini disebabkan oleh banyaknya konversi lahan di berbagai lokasi baik di perkotaan maupun di pedesaan. Konversi ini merupakan konsekuensi dari pertambahan penduduk yang terus meningkat dengan cepat. Di satu pihak manusia memerlukan tumbuhan untuk hidup, tetapi di lain pihak habitat tumbuhan tersebut selalu diubah dan bahkan dirusak. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Maret sampai Mei 2005 dengan pengambilan contoh pada plot permanen yang telah ditetapkan sejak tahun 1990 di empat sungai, yaitu sungai Jengok, Banjaran, Kranji, dan Pelus. Sedangkan sebagai sub kelompok adalah plot permanen yang terletak di sepanjang sisi sungai antara 100 – 300 m (tergantung lebar daerah aliran sungai). Sampel spesimen Zingiberaceae diambil dan diamati, selanjutnya data dibandingkan dengan data Zingiberaceae pada tahun 1990, 1997, dan 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tiga diantara empat sungai yang diamati, ternyata terjadi kenaikan jumlah spesies mencapai puncaknya pada tahun 2003, selanjutnya menurun pada tahun 2005. Hal ini disebabkan adanya konversi lahan secara besar-besaran. Sungai Jengok merupakan sungai yang memiliki Zingiberaceae dengan indeks diversitas paling tinggi yaitu 3,873 disusul oleh Sungai Kranji (3,630), lalu Sungai Pelus (3,578) dan yang paling miskin adalah Sungai Banjaran dengan indeks diversitas 3,510.
Keywords
Pemantauan, Zingiberaceae, keanekaragaman, DAS.