Non-Genetic Factors Influence on Doe Productivity Performance of Local Kejobong Goat under Village Production System
Ahmad Sodiq, Budi Haryanto
Abstract
Penelitian bertujuan untuk mengetahui penampilan produktivitas induk kambing lokal Kejobong dan
mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan (bukan genetik) yang berpengaruh terhadap produktivitasnya. Penelitian lapang
pada sistim produksi ternak ruminansia kecil melibatkan 212 ekor induk kambing. Koleksi data meliputi jumlah
kepemilikan, identifikasi induk, jumlah cempe saat lahir dan sapih, jarak beranak, bobot sapih cempe, dan produktivitas
induk. Prosedur General Linear Model (GLM) melalui bentuk fixed model diterapkan untuk menguji faktor tipe kelahiran
dan paritas terhadap penampilan produktivitas induk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan jumlah cempe saat
disapih 1,6 ekor, jarak beranak 268 hari, dan produktivitas induk 26,65 kg/induk/tahun. Faktor non genetik (tipe kelahiran
dan paritas) nyata berpengaruh terhadap penampilan produktivitas induk kambing. Jumlah cempe saat disapih beserta
produktivitas induk nyata meningkat hingga paritas keempat kemudian berangsur menurun kembali, dan juga meningkat
pada tipe kelahiran kembar dua dan tiga. Jarak beranak nyata lebih pendek pada tipe kelahiran tunggal dibanding pada
kelahiran kembar dua maupun tiga, demikian pula peningkatan paritas nyata memperpendek jarak beranak. Peningkatan
produktivitas induk kambing direkomendasikan melalui usaha perbaikan pengelolaan, utamanya adalah memperpendek
jarak beranak dan meningkatkan jumlah cempe hidup hingga disapih.
mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan (bukan genetik) yang berpengaruh terhadap produktivitasnya. Penelitian lapang
pada sistim produksi ternak ruminansia kecil melibatkan 212 ekor induk kambing. Koleksi data meliputi jumlah
kepemilikan, identifikasi induk, jumlah cempe saat lahir dan sapih, jarak beranak, bobot sapih cempe, dan produktivitas
induk. Prosedur General Linear Model (GLM) melalui bentuk fixed model diterapkan untuk menguji faktor tipe kelahiran
dan paritas terhadap penampilan produktivitas induk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan jumlah cempe saat
disapih 1,6 ekor, jarak beranak 268 hari, dan produktivitas induk 26,65 kg/induk/tahun. Faktor non genetik (tipe kelahiran
dan paritas) nyata berpengaruh terhadap penampilan produktivitas induk kambing. Jumlah cempe saat disapih beserta
produktivitas induk nyata meningkat hingga paritas keempat kemudian berangsur menurun kembali, dan juga meningkat
pada tipe kelahiran kembar dua dan tiga. Jarak beranak nyata lebih pendek pada tipe kelahiran tunggal dibanding pada
kelahiran kembar dua maupun tiga, demikian pula peningkatan paritas nyata memperpendek jarak beranak. Peningkatan
produktivitas induk kambing direkomendasikan melalui usaha perbaikan pengelolaan, utamanya adalah memperpendek
jarak beranak dan meningkatkan jumlah cempe hidup hingga disapih.
Full Text: PDF